Ilmu Bermanfaat Karena Hormat Kepada Guru

Guru adalah di antara orang yang terpenting dalam kehidupan anak di samping orang tuanya. Bahkan Imam al-Ghazali menempatkan guru lebih tinggi kedudukannya dibandingkan orang tua. Sebab gurulah yang mengantarkan seorang anak (murid) meraih kebahagiaan akhirat, sedangkan orang tua hanya terbatas pada kebahagiaan dunia, maksudnya hanya mengasuh dan membesarkannya saja. Tentu saja yang dimaksud al-Ghazali ini adalah guru yang mengajarkan agama. Meski demikian, orang tua pun akan memiliki keutamaan seorang guru jika orang tua itu mengajarkan hal-hal yang akan mengantarkan anak kepada kebahagiaan akhirat.

Dewasa ini kita melihat berapa banyak pelajar yang pintar tapi kenapa ilmunya tidak bermanfaat, Justru membuat mudhorat, salah satu penyebabnya adalah tidak hormat kepada gurunya.

Sikap ta’dzim ini wajib dilakukan oleh murid kepada gurunya,
sebagaimana syair Syekh Salamah Abi Abdul Hamid mengatakan sebagai berikut :
ذاان تكن متعلما فا متثلن # متعلما فيما يحل وعظم

Artinya : “Murid itu wajib taat kepada gurunya, menurut apa yang diperintahkan guru di dalam perkara yang halal, dan wajib ta’dzim (mengagungkan) kepada gurunya”.

Ciri-ciri Sikap Ta’dzim
ciri-ciri sikap ta’dzim ada 5 (lima) hal yaitu :

a) Apabila duduk di depan guru selalu sopan.
b) Selalu mendengarkan perkataan guru.
c) Selalu melaksanakan perintah guru.
d) Berfikir sebelum berbicara dengan guru..
e) Selalu merendahkan diri kepadanya.

Mungkin ada yang berpendapat, ini adalah tradisi lama, dianggap tidak cocok lagi dengan alam modern. Lalu, apa masalahnya dengan tradisi lama jika ia mendorong kepada kebaikan? Inilah yang telah dipraktikkan dalam pendidikan Islam selama ribuan tahun, dan dengan cara ini guru-guru masa silam membentuk orang-orang shaleh.

Lalu mengapa kita tidak meneladaninya?